22 April 2017

2 April 2017,
Bertambah lagi satu nama dalam akhiran doa ku dengan sebutan 'ruha' sebelum namanya. Hari minggu pukul 11.00 Wib satu nama yang ingin Tuhan sebut. Terpanggillah dia, bersamaNyalah dia saat ini.
Maaf, dan terima kasih. Aki pergi. Aku takut. Semoga kita tetap sedarah, tetap menjaga, tetap cinta, tetap terikat dan tetap utuh.

Selamat jalan aki
Kenan bin Asim

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Untuk Sahabat

Terserah lo mau namain apa kedekatan kita. Teman, sahabat atau apapun itu, gue ga peduli.

Gue gak bisa nasehati lo. Gue ga pernah bantuin lo cari jalan keluar atas masalah yang lo alamin. Gue juga gak pernah bantu apa-apa. Gak bisa ngurangin beban lo.

Gue sedih lo kaya gini. Yang lebih bikin gue sedih adalah gue ga bisa nolongin lo. Gue cuma bisa dengerin curhatan lo tanpa nasehat yang berarti. Gue gak ngerti kenapa mulut gue serasa terkunci waktu di depan lo. Amarah gue ilang waktu ketemu lo.

2 malem ini gue kepikiran lo. Gue takut lo kenapa-kenapa. Gue takut lo kelakuin hal konyol. Gue takut lo ngerasa sendiri. Gue takut lo ninggalin gue.

Teruntuk seseorang yang ku sebut sahabat, tolong ingat aku, tak perlu sering. Setidaknya saat kamu sedang susah atau saat kamu merasa sendiri. Meskipun aku  payah tapi aku menyayangimu.

Sekian...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Maaf

Maaf jika aku masih sering mengeluarkan air mata karena mu. Maaf jika aku masih terlalu sering berandai andai tentang mu.
Maaf jika aku terlalu sibuk dengan urusanku dan sedikit lupa dengan mu. Maaf jika aku terkadang berusaha tak ingin mengingatmu. Maaf jika kamu terlalu sesak karena rinduku yang memenuhi ruangan.
Maaf aku masih sering mencoba menghidupkanmu

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Kepala 2

Tanggal 24 november 2015
Pagi pagi udah harus berangkat ke kampus karna ada kunjungan ke bursa efek. Kaya biasa gue di anter bapak ke kampus. Bete karna bapak gak ngomong sesuatu, gak ngucapin atau sekedar ngeledek gue. "Ah dia lupa, parah" pikir gue.
Sampe pulang pun sekitar jam 7 malem bapak gak bilang apa apa. Malah orang rumah lainnyaa yang langsung ngucapin waktu gue baru sampe, dan ngasih kado di depan bapak yang lagi nonton tv. Bapak masih diem aja, trus dia ke kamar dan balik nonton lagi.
"Oke mungkin gue yang harus deketin" pikir gue, akhirnya gue spik nyapu. Selesai nyapu gue dipanggil. "Yes bethasil" haha
"Emang kamu ulang tahun?"
"Ah parah banget"
"Ulang tahun keberapa?"
"Au"
"20 apa 21 si?"
"Ah bapak mah, 20. Udah tua ya".
" Yaudah selamat ulang tahun ya"
"Iya. Parah banget si pak".  Entah kenapa selama bapak ngomong mata gue ngembeng. Bukan karna bapak lupa atau apa, tapi karna aneh aja bapak kaya gini, kaku banget. Ya agak bete juga si karna dia lupa dan gak wish apapun dalam ucapannya.
Dan tiba tiba bapak bilang
" Bapak nungguin kamu semalem, gak masuk-masuk kamar, biasanya nginep. Bapak tungguin jugaan ampe jam 12".
JEGERRR gue senyum- senyum gak jelas. Gue terharu banget dengernya. Ternyata bapak inget, mau jadi yang pertama.
Gue yakin Selama seharian dia gak ngucapin bukan karna lupa atau mau ngerjain gue. Tapi karna dia bingung, dia gatau harus mulai darimana. Karena keadaannya udah beda. Tinggal kita dan gimana kita menjalani semuanya berdua. Kita masih belajar memahami dan mengerti satu sama lain. Jadi maklum kalo ada hal baru yang "romantis" tapi kaku. Love you pak

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Sunshine

Ada yang datang ada pula yang pergi. Pertemuan tentu ada perpisahan, dan setiap kisah memiliki penutup. Angga, seorang anak yang datang menghapus segala kesedihan, menghilangkan segala letih, menghadirkan tawa, memberi semangat untuk terus berdiri.
Ini mungkin terdengar berlebihan, tapi memang begitu adanya. Entah kenapa kalau sedang, gundah, galau, sedih, kangen tiba tiba musnah aja pas ketemu angga. Jadi semangat lagi waktu di peluk angga, main bareng angga. Bener bener lupa sama apa yang di rasain sebelumnya.

Angga tuh hero nya gue banget. Disaat perpisahan datang, angga sudah dipersiapkaan buat gue. Hadir saat gue sendirian, dan gak tau harus kemana. Maha Dahsyat Allah. Jujur aja, sehari gak ketemu anak ini, rasanya ada sesuatu yang kurang.

Barusan denger rencana bahwa angga akan pindah, yang artinya gue bakal jarang ketemu dia. Seperti kalimat awal postingan ini. Gue sadar banget gue bukan orang tua angga, gue sadar juga gak bisa selamanya barengan tiap hari, gue gak punya hak yang besar sepeeti orang tuanya. Intinya, gue bingung, gue sedih, gak ngerti gimana ngungkapinnya di postingan ini. Perpisahan ini baru rencana, masih belum tau kapannya, tapi gue udah kebingungan gini. Padahal tanpa denger rencana itupun, perpisahan kita pasti terjadi.

Gue egois banget, pengen terus sama angga. Pengen terus nyaksiin bahkan berperan dalam perkembangannya. Maafin teteh. Angga jangan jauh jauh dari teteh.......

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

24 Hari

Terimakasih untuk waktu yang sangat berharga itu. Selama 19 tahun lebih, 24 hari itu adalah waktu yang paling berharga. 24 hari itu sangat berkesan. Gue gak pernah ngerasain perasaan yang ada selama 24 hari itu. Bingung, sedih, takut, egois, sayang, kesel ah semuanya bener bener tercurah untuk 24 hari itu.
Sampai sekarang, bayangan 24 hari itu terus menghantui gue. Belum bisa melupakan perjuangan, pengorbanan, kesetiaan dan semua yang dilakukan selama 24 hari itu.
24 hari yang sangat berat. Juga malam setelahnya, juga hari hari berikutnya. Tak ada lagi yang sama. Semua tinggal kenangan. Kenangan yang tak terlupakan. Dan pada akhirnya, kembali pada awal kalimat postingan ini.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Rumah Baru Mama

       Kepada tangan yang tak dapat lagi ku genggam, berjanjilah kau akan mengatakan bahwa kau di gunakan untuk memberi kasih dan sayangnya untukku, untuk memegang erat tanganku, untuk membelai rambutku dengan penuh cinta.

       Lidah yang tak pernah lagi dapat kudengar, berkatalah bahwa engkau selalu menyebut namaku dalam setiap doanya, berkatalah bahwa engkau selalu menasihatiku, membimbingku, menghiburku, menghadirkan mimpi mimpi dalam hidupku.

       Duhai tubuh yang tak sanggup lagi ku dekap, berkatalah bahwa engkau kuat. Berkatalah meski dirimu di uji dengan penyakit, dia masih selalu bersyukur atas penyakit yang dia terima. Berkatalah bahwa engkau selalu memberi kehangatan untukku.

       Wajah yang tak pernah lagi akan ku lihat, kau begitu cerah dengan mata tertutup sambil tersenyum.


        Kau begitu cantik mama mengenakan pakaian baru menuju rumah  barumu. Mama hebat banget.  Kelak kita akan berkumpul kembali dalam syurga Allah. aamiin
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS
Copyright 2009 Si Item Kecil
Free WordPress Themes designed by EZwpthemes
Converted by Theme Craft
Powered by Free Website Templates
Free Website templateswww.seodesign.usFree Flash TemplatesRiad In FezFree joomla templatesAgence Web MarocMusic Videos OnlineFree Wordpress Themeswww.freethemes4all.comFree Blog TemplatesLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesSoccer Videos OnlineFree Wordpress ThemesFree CSS Templates Dreamweaver